Rabu, 27 Januari 2016

Bacalah Aku Shahabat....

Assalamu'alaikum shahabat, dan salam sejahtera bagi yang lain.
saya ucapkan terima kasih kepada Allah SWT yang sudah menggerakan tubuh ini, hati ini, dan tangan ini untuk berbagi tulisan, yang insyallah mudah-mudahan bermanfaat. karna tanpa kehendakNya, semua ini tidak akan bisa terjadi.

Sholawat serta salam saya haturkan kepada nabi kita Muhammad SAW, sebagai suri tauladan kita yang mengajarkan kita arti berbagi, yang mengajarkan kita arti bersaudara, yang mengarjakan kita arti menghargai dan tata cara berakhlaqul karimah.

Dan taklupa saya ucapkan terima kasih kepada orang tua saya, yang sudah mendidik saya dengan kelembutan dan kasih sayangnya sehingga aku tumbuh dewasa menjadi manusia yang kuat, dan bertaqwa, insyallah.

Saya ucapkan terima kasih kepada calan anak saya nantinya, atau generasi penerus saya, semoga dengan tulisan ini. mereka bisa membacanya dan mengerti serta mengamalkannya.

langsung saja, pertama kali ini saya ingin berbicara melalui tulisan saya ini. hanya sedikit manusia yang mempercayai tulisan ini. Setidaknya, pada awalnya. Berani bertaruh. Tulisan saya ini hanyalah sekumpulan kisah, dan pengalaman pribadi yang menjawab banyak pertanyaan penting dalam sejarah umat manusia dalam mencari kebahagiaan.

ketika berbicara soal kebahagiaan, happiness consciousness atau "sadar bahagia" selalu menjadi hal unik yang perlu dibahas. Berdasarkan beberapa buku yang pernah saya baca dan seorang mentor yang bersenang hati dan low profile dalam membimbing saya. kata-kata "sadar bahagia" tersebut menekankan bahwa cara otak bekerja adalah pilihan. Jadi, bagaimna kita bisa memprogam otak kita untuk menjadi orang bahagia, kita-lah yang menentukan, Artinya bahagia adalah pilihan.

Beberapa buku psikologi yang pernah saya baca, tentang fakta tentang otak bahwa "Bangsa mana pun di dunia,ukuran otaknya-baik ukuran panjang syarafnya, jumlah pengantar kimia dalam otaknya, maupun sensornya-semuanya sama. kecepatan kemampuan berpikir yang oleh sebagian orang disebut IQ, juga tidak berbeda jauh. Intinya, kemampuan menyimpan datanya sama"

Jika manusia diibaratkan sebagai komputer, anggap saja otak itu hardware-nya dan semuanya sama. lalu, di mana perbedaannya? Mengapa yang satu lebih sehat dari yang lain? Mengapa yang satu mudah tertawa, yang lain selalu sengsara? Mengapa yang satu mudah mendapat jodoh, yang lain selalu sendiri? Mengapa yang satu lebih cepat mendapat uang, yang lain tetap saja miskin? Mengapa yang satu lebih bisa bahagia, yang lain selalu menderita? Mengapa yang lain bisa menikmati hidup, yang satu menyesali hidup?

Dan ini semua butuh dibuktikan. Ada sebuah fakta, dari sebuah penelitian yang saya ambil dari buku  Prosperity Consciousness dikatakan "jika saya menyebutkan 375 nama orang, kemudian hartanya digabungkan semua, itu nilainya sama dengan kekayaan 3 miliar umat manusia. ya, 375 orang sama dengan 3 miliar manusia. Di antaranya, sebut saja Bill Gates, Donald Trump, Warren Buffet, Laxmi Mittal, Paul Allen, Mark Cuben, Jeff Bazos, Rupert Murdock dan terus berlanjut hingga 375 orang. orang orang seperti mereka ini memiliki jumlah kekayaan yang sama dengan gabungan 3 miliar manusia"

lalu apakah mereka semua bahagia???? Apakah mereka kaya harta? pastinya. lalu, Apakah mereka kaya ilmu? lalu, Apakah mereka kaya hikmah? ya, Anda bisa menyimpulkan sendiri.

Ada sebuah sistem pada manusia yang namanya belief system atau sistem keyakinan.Ini ditanam di subconscious atau alam bawah sadar seseorang. Jika sudah ditanam di posisi ini, untuk mengubahnya perlu teknik khusus. kalo menggunakan cara biasa, tak akan pernah bisa.

Lalu bagaimana caranya agar hati kita selalu diselimuti rasa kebahagiaan?

Keberhasilan dan kesuksesan dalam mencari kebahagiaan adalah dengan menciptakan belief system "seberapa pemaaf"  diri kita.

Sebagaimana shahabat pasti sudah tahu. Ada 2 hal dalam memaafkan. yaitu FOO dan FOS. Kedua hal ini juga merupakan ketrampilan yang tidak datang dalam semalam. Berkali-kali shahabat harus melewati cobaan kerasnya sulitnya memaafkan. 

Benarkah FOO dan FOS itu sebuah ketrampilan bukan pemberian Tuhan (Allah)? dan pastinya shahabat sudah memahami FOS dan FOO tersebut bukan? Kalau ada yang belum mengerti saya uraikan sedikit. FOO adalah "Forgive of Others". Kemampuan kita memafkan orang lain, adalah kunci kebahagiaan hidup dan kunci kesuksesan kemakmuran.

Coba Anda pertahankan ego Anda, coba pegang marah Anda. Coba tidak maafkan orang lain. Itu adalah pilihan kita kok. Berapa lama Anda bertahan? Berat banget pastinya, capek banget pastinya. Dan memaafkan orang lain, ini ketrampilan yang sulit.

FOS adalah "forgive of self" memaafkan diri sendiri. Ini apa lagi. ini sulit banget. Penyesalan adalah hal yang sulit di lepas. perkaataan, "coba dulu saya tidak begitu, pasti sekarang saya tidak begini". Adalah bentuk penyesalan, dan memafkan, menghilangkan dari pikiran, melepas beban dengan memaafkan diri sendiri, men-delet, let it go...move on!!! rasanya sulit sekali atau sulit banget.

Begitulah sebagian pengertian tentang kebahagiaan. Dengan tulisan ini para shahabat bisa mulai mengukur FOO dan FOS diri shahabat sendiri. kemampuan kita konsisten, kemampuan kita memaafkan adalah ukuran tinggi dan rendahnya kebahagiaan kita saat ini. Semakin tinggi FOO dan FOS maka jalan kemakmuran dan kebahagiaan semakin mudah buat shahabat capai.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar